Selasa, 13 April 2021

pic: orami.co.id


Tanaman ini dikenal dan menjadi populer di kalangan masyarakat dikarenakan memiliki bentuk daun yang khas, yaitu daun hijau yang lebar bergelombang dan bergerigi serta tangkainya yang berwarna jingga kekuningan. selain itu, jumlah daun yang dimilikinya juga jauh lebih sedikit daripada tanaman pada umumnya, bahkan dalam genus Philodendron sendiri. Tanaman ini kemudian diperkenalkan untuk dibudidayakan di rumah kaca di Kebun Raya Nasional Belgia di Meise.

 

Philodendron billietiae dikenal sebagai tanaman dengan daun yang besar serta arah pertumbuhannya yang memanjat. Tumbuhan ini tergolong membutuhkan perawatan yang khas untuk dapat tumbuh secara maksimal, ia juga belum banyak dijumpai di masyarakat lantaran harganya di pasaran cenderung semakin tinggi seiring dengan popularitasnya yang kian naik.

 

Di Indonesia, Philodendron billietiae juga sering disebut sebagai tanaman pilo kabel busi. Ia biasa hidup dan tumbuh dalam ruangan yang luas dengan daun panjangnya yang ditopang oleh tangkai yang menjuntai ke arah horizontal.

 

Selain lebar, daun Philodendron billietiae juga memiliki bentuk khas yang menjadikannya menarik, yaitu menyerupai panah atau telinga gajah dengan batas bergerigi yang mengelilingi tepinya. Meskipun seolah bergerigi, daun tanaman ini cukup lurus dan bertekstur halus selama ia remaja

 

Philodendron billietiae merupakan jenis tanaman yang kerap kali ditemukan menumpang pada inangnya sebagai epifit, hal ini mengakibatkannya tidak terbiasa mendapatkan sinar matahari langsung, melainkan melalui celah-celah dari pohon di sekitarnya. Hal ini mengakibatkan tanaman ini lebih sesuai diperlakukan sebagai tanaman dalam ruangan (indoor) atau tanaman luar ruangan yang terlindungi. Jika tanaman ini terkena cahaya matahari secara langsung, maka yang terjadi adalah daun yang dimilikinya menjadi hangus dan menguning.


- Copyright © histeria - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -